DUNIA MILITER TERKINI

Berita Militer Terkini dan Alutsista Militer Indonesia

Taukah Anda Ahli Pakar Radar dan UAV Dunia Asal Indonesia?

Tuesday, October 21

 

Josaphat Tetuko, Pakar Radar dan UAV Dunia Asal Indonesia


Jakarta : Dua matanya selalu berbinar, seakan memancarkan energi positif. Dialah Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, perekayasa radar dan pesawat nirawak asal Indonesia yang kini berkarya di Jepang.

Ditemui Kompas.com di Hotel Pullman, Jakarta,  Josaphat berkisah tentang masa kecil, perjuangannya meniti karier, karya, serta mimpi yang masih dimiliki pada usianya yang menginjak 44 tahun. Selain berbincang tentang perjalanan hidupnya, ia juga memberikan pandangannya tentang gagasan drone yang diungkapkan Presiden terpilih Joko Widodo.

"Saya senang menatap mata orang ketika berbicara," katanya. Mungkin seperti kata pepatah, mata adalah jendela hati. Dengan menatap mata, kepribadian dan isi hati seseorang bisa diketahui.

"Hal yang begitu menyedihkan ketika masih mendapati mata pemuda yang terlihat lesu, tatapannya kosong, seakan banyak masalah yang mesti dipikirkannya. Sempatkah mereka berpikir untuk dunia," ujarnya.

 
Josh, demikian nama panggilannya, terlahir dari seorang ayah yang bekerja di TNI Angkatan Udara. Latar belakang keluarga ini menjadi salah satu faktor yang memupuk minatnya pada radar dan pesawat nirawak.

Pada umur empat tahun, Josh sudah diajak ke kantor ayahnya yang saat itu menjadi anggota Pasukan Gerak Tjepat TNI AU. Ia berkeliling markas militer, melihat ragam teknologi. Ia lalu menemukan dan jatuh cinta pada radar.

“Radar itu buatannya siapa? Buatan orang Indonesia, ya?" demikian ia sering bertanya. Sayangnya, jawabannya bukan. Dia pun kecewa. "Padahal, saya bangga kalau itu buatan orang Indonesia," imbuhnya.

Kegemarannya berkeliling, mengamati, dan menghitung radar kerap menjadi bahan obrolan para tentara yang bertugas piket. Tak jarang, dia "diomeli" karena aktivitasnya yang mungkin mengganggu itu.

Beranjak dewasa, ternyata kecintaannya pada radar tak hilang. Lulus SMA, cita-citanya adalah mempelajari dan menciptakan radar. Ia melirik universitas yang menawarkan program aeronautika di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Beasiswa ke Jepang memang kemudian dikantongi. Sayangnya, bukan pada jurusan aeronautika, melainkan elektronika. Josh remaja sempat kecewa. Tetapi, ia pun mengambil kesempatan belajar elektronika itu.

Masuk ke Kanazawa University, impian Josh akan radar tak padam. Pada tingkat empat, ia mencari-cari pelajaran tentang radar. Ia pun menemukan mata kuliah yang berkaitan dengan radar, yaitu satelit dan keantariksaan.

Lulus tahun 1995, Josh menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil membuat radar bawah tanah. Pria yang kerap dijuluki "The Smiling Professor" ini pun melanjutkan studi tingkat master untuk memperdalam bidang radar.

Menempuh pendidikan tingkat doktoral, Josh mengambil bidang Synthetic Apperture Radar (SAR) di Center Environmental Remote Sensing. Di institusi itu, dia berkenalan dengan SAR. Di sana juga ia kini berkarya.

Gurita pendidikan

Seorang guru besar dari University of Illinois, Prof Em Wolfgang-Martin Boerner memberikan julukan "Academy of Octopus" atau gurita pendidikan kepada Josh. Julukan itu terkait dengan sepak terjangnya dalam radar.

Pada masa susah hidupnya di Jepang, Josh harus banyak meneliti agar bisa mendapatkan beasiswa. Ia akhirnya mendapatkan beasiswa tambahan dari Sato Yo Internasional Foundation. Sekarang, dia menjadi assessor di lembaga tersebut.

Saat mengenyam pendidikan doktoral, Josh rajin menulis paper. Hingga usia 25 tahun, Josh telah menghasilkan 16 paper. Jumlah itu tiga kali lebih banyak dari yang disyaratkan untuk menjadi seorang dosen. Alhasil, Josh pun mendapat banyak tawaran mengajar.

"Saya tidak menyangka rekrutmen staf pengajar di Jepang dinilai dari jumlah paper yang dibuat. Saya langsung diangkat menjadi dosen, tanpa melalui tingkat asisten dulu," tuturnya.

Beberapa universitas yang memberikan tawaran mengajar ataupun menjadi staf antara lain Leicester University, Kanazawa University, serta Massachusetts Institute of Technology. Ia kemudian memilih di Chiba University, Jepang.

Sejak 1 April 2013, Josh terdaftar sebagai profesor termuda di Chiba University. Ia telah menghasilkan radar, satelit, dan pesawat nirawak. Ia juga mengantongi 120 paten, 500 kali presentasi di banyak negara, serta profesor dengan dana terbanyak.

Lebih dari itu, Josh juga mengepalai sebuah laboratorium di Jepang bernama Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL). Di sanalah ia melakukan rekayasa dan riset radar serta pesawat nirawak.

Salah satu karya Josaphat adalah pesawat nirawak Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX-1). Pesawat nirawak itu adalah yang terbesar di Asia, berukuran 6 meter serta dapat membawa sensor hingga seberat 30 kg.



Impian

Selain dosen dan perekayasa, Josh juga seorang filantropi. Sejak tahun 2002, bersama keluarganya, ia mendirikan yayasan pendidikan Pandito Panji Foundation. Nama yayasan itu diambil dari nama putranya sendiri.

Yayasan itu memberikan beasiswa penuh bagi anak-anak bangsa sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga master. “Untuk tingkat doktor, kita biarkan mereka untuk mencari dana sendiri agar mereka punya kebanggaan sudah membiayai dirinya sendiri,” tutur Josh.

Josh juga memberi kesempatan kepada orang Indonesia untuk mengenyam program pendidikan singkat di Jepang. Selain belajar, orang Indonesia juga diharapkan mengenal Jepang dengan kedisiplinan, ketekunan, dan kemanusiaannya walaupun relatif tak beragama.

Dana yayasan yang didirikan Josh di antaranya berasal dari uang pribadi. Ada satu impian Josh, yaitu agar orang Indonesia lebih maju. Ia juga bisa berperan bagi Indonesia meskipun tidak bekerja di Indonesia.

“Ini kesempatan saya memberikan banyak manfaat bagi anak-anak Indonesia untuk belajar di luar. Mudah-mudahan dalam 5-10 tahun ke depan, agen-agen saya ini bisa memperbaiki Indonesia. Saya kira bisa. Mungkin suatu saat juga ada pengganti saya,” harapnya.

Gemar mengumpulkan peta kuno, Josh juga mempunyai impian untuk mendirikan museum peta dan teknologi bila usianya menginjak 65 tahun nanti. Ia bercita-cita membangunnya di wilayah Narita. Di museum itu, ia berharap bisa menginspirasi orang lain dengan menunjukkan teknologi yang telah dibuatnya.

"Ini semacam time mark dalam hidup saya. Suatu saat akan bercerita tentang perjalanan hidup saya, tentang apa saja yang telah saya capai,” katanya.

Josaphat juga memimpikan Indonesia yang lebih baik dari saat ini. Menurut dia, Indonesia tidak bisa terus mengejar ketertinggalan, tetapi berupaya menjadi pemimpin. Salah satu pilarnya adalah lewat edukasi dan riset.
Sumber :  KOMPAS
Read more ...

Kejujuran Tukang Becak yang Diangkat Anak oleh Jenderal TNI

Tuesday, October 21
Sang Jenderal yang berpakaian sipil bertanya kepada si penarik becak itu, kenapa tidak ikut menjarah. "Itu perbuatan haram. Saya tidak pernah diberi makan barang haram oleh orangtua saya".

Kejujuran Tukang Becak yang Diangkat Anak oleh Jenderal TNI
Mustafa Di Buku Agum Gumelar Jenderal Bersenjata Nurani (Merdeka.com)




Dream - Hari itu Makassar begitu mencekam. Kerusuhan berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) meletus di ibukota Sulawesi Selatan. Toko-toko dan rumah milik warga keturunan dijarah kemudian dibakar.

Dalam kerusuhan 15-17 September 1997 itu Sekitar 2.000 rumah dan toko hancur, dibakar dan dijarah. Tak kurang dari 80 mobil dan 150 sepeda motor jadi sasaran amuk massa. Total kerugian mencapai Rp 17,5 miliar.

Tragedi ini dikenang sebagai Peristiwa September. Saat itu Panglima Kodam Wirabuana dipegang Mayjen Agum Gumelar.

Saat patroli, Agum melihat seorang pemuda duduk di atas becaknya. Sementara ribuan orang lain sibuk menjarah toko-toko yang terbakar.

Mayor Jenderal Agum yang berpakaian sipil bertanya pada pemuda itu kenapa tidak ikut menjarah. Jawaban tukang becak bernama Mustafa tersebut mengejutkan Agum.

"Itu perbuatan haram. Saya tidak pernah diberi makan barang haram oleh orangtua saya," kata Mustafa tegas.

Kisah ini dituliskan Agum dalam biografinya Agum Gumelar Jenderal Bersenjata Nurani terbitan Pustaka Sinar Harapan 2004.

Agum kagum pada pemuda itu. Dia kemudian memberi uang Rp 20.000, tapi Mustafa menolaknya. Mustafa tidak tahu berhadapan dengan seorang Panglima Kodam.

Setelah Kapolres dan Komandan Kodim ikut mendesak, barulah Mustafa menerimanya. Uang dari Agum pun tak dipakai oleh Mustafa. Dia hanya menyimpannya saja.

Mustafa pemuda jujur berkemauan besar. Meninggalkan kampungnya di Janeponto demi melanjutkan SMA di Makassar.

Mustafa tak mau hanya jadi lulusan SMP dan jadi petani. Dia punya mimpi sekolah setinggi-tingginya. Demi sekolah, pemuda belasan tahun itu jadi penarik becak. Sehari-hari, dia ditampung oleh pamannya.

Mustafa juga baru tahu setelah koran-koran ramai memberitakan Pangdam Wirabuana mencari tukang becak untuk diberi penghargaan sebagai teladan. Akhirnya bertemulah Mustafa dengan Agum Gumelar.

Agum kemudian mengangkat Mustafa sebagai anak angkat. Dia menanggung semua biaya sekolah Mustafa. Agum juga mengajak Mustafa tinggal di rumah dinas Pangdam.

Pada 1998, Agum dipindah ke Jakarta. Dia berniat mengundang Mustafa untuk mengikuti perayaan sumpah pemuda di ibukota. Namun rupanya ada kabar duka dari Makassar.

Mustafa sudah meninggal dunia. Ternyata sudah lama Mustafa sakit-sakitan. Dia tak pernah menyampaikan hal itu pada Agum.

Penarik becak yang jujur itu sempat dirawat di sebuah rumah sakit, tapi karena tak ada biaya perawatan hanya asal-asalan.

Agum melayat ke Janeponto, dia disambut ribuan warga. Secara tak resmi, Mustafa diangkat jadi pahlawan kejujuran dari Janeponto. Mereka semua berduka atas kematian seorang pemuda yang layak jadi teladan.

(Sumber: Merdeka.com)
Read more ...

Apa itu Hamas Dan Syarat menjadi pejuang Hamas (Izzudin Al-Qossam)

Tuesday, October 21
 
Apa itu Hamas? Fakta, Sejarah  Dan Syarat menjadi pejuang Hamas 


Hamas (bahasa Arab: حماس Ḥamās, akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah حركة المقاومة الاسلامية Ḥarakat al-Muqāwamah al-ʾIslāmiyyah, secara harfiah "Gerakan Pertahanan Islam" dan kata Arab untuk 'ketekunan'), adalah organisasi PalestinaIslam Sunni, dengan sayap militer terkait, Izz ad-Din al-Qassam,di wilayah Palestina.

Sejak tahun 2007, Hamas telah memerintah Jalur Gaza, setelah memenangkan mayoritas kursi di parlemen Palestina pada pemilihan parlemen Palestina tahun 2006 dan mengalahkan organisasi politik Fatah dalam serangkaian bentrokan. Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Yordania, Mesir dan Jepang mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris, sementara Iran, Rusia,Turki,Cina dan banyak negara di seluruh dunia Arab tidak mengambil sikap atas Hamas.

Berdasarkan prinsip-prinsip fundamentalisme Islam yang memperoleh momentum di seluruh dunia Arab pada 1980-an, Hamas didirikan pada tahun 1987 (selama Intifadhah Pertama) sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin Mesir.Sheik Ahmed Yassin sebagai pendiri menyatakan pada tahun 1987, dan Piagam Hamas menegaskan pada tahun 1988, bahwa Hamas didirikan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah yang sekarang menjadi Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Namun, pada bulan Juli 2009, Khaled Meshal, kepala biro politik Hamas, mengatakan organisasi itu bersedia bekerja sama dengan "resolusi konflik Arab-Israel yang termasuk negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967", asalkan pengungsi Palestina memegang hak untuk kembali ke Israel dan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara baru.Namun, Mousa Abu Marzook Mohammed, wakil ketua biro politik Hamas, mengatakan pada tahun 2014 bahwa "Hamas tidak akan mengakui Israel", dan menambahkan "ini adalah garis merah yang tidak bisa dilewati".


Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer yang berafiliasi dengan Hamas, telah meluncurkan serangan terhadap Israel, terhadap penduduk sipil dan sasaran target militer.Serangan terhadap sasaran sipil telah menyertakan serangan roket dan dari tahun 1993 hingga 2006, bom bunuh diri. Serangan terhadap sasaran militer menyertakan tembakan senjata ringan, roket dan serangan mortir.

Pada bulan Juni 2008, sebagai bagian dari gencatan senjata yang ditengahi Mesir, Hamas menghentikan serangan roket ke Israel dan melakukan beberapa upaya untuk mencegah serangan oleh organisasi lain. Setelah masa tenang selama empat bulan, konflik meningkat ketika Israel melakukan aksi militer dengan tujuan untuk mencegah penculikan yang direncanakan oleh Hamas, menggunakan terowongan yang digali di bawah pagar keamanan perbatasan,[rujukan rusak] dan menewaskan tujuh operator Hamas. Sebagai pembalasan, Hamas menyerang Israel dengan rentetan roket.Pada akhir Desember 2008, saat Israel menyerang Gaza dan menarik pasukannya dari wilayah pada pertengahan Januari 2009. Setelah Perang Gaza, Hamas terus memerintah Jalur Gaza dan Israel mempertahankan blokade ekonomi. Pada tanggal 4 Mei 2011, Hamas dan Fatah mengumumkan perjanjian rekonsiliasi yang menyediakan untuk "pembentukan pemerintah Palestina sementara secara bersama" sebelum pemilihan nasional yang dijadwalkan pada 2012. Menurut laporan berita Israel yang mengutip pemimpin Fatah Mahmoud Abbas, sebagai syarat bergabung dengan PLO, Khaled Meshaal setuju untuk menghentikan "perjuangan bersenjata" melawan Israel dan menerima negara Palestina dalam perbatasan tahun 1967, di samping Israel.



Etimologi

Hamas adalah akronim dari frase bahasa Arab حركة المقاومة الاسلامية atau Harakat al-Muqawama al-Islamiyya, yang berarti "Gerakan Perlawanan Islam". Kata Arab Hamas juga berarti pengabdian dan semangat di jalan Allah.Piagam Hamas menafsirkan namanya yang berarti "kekuatan dan keberanian"


Tujuan


Piagam Hamas 1988 menyatakan bahwa Hamas "berusaha untuk menaikkan bendera Allah di setiap inci dari Palestina" (Pasal Enam). Pasal Tiga puluh Salah satu dari Piagam negara: "Di bawah sayap Islam, adalah mungkin bagi para pengikut tiga agama -Islam, Kristen dan Yahudi- untuk hidup berdampingan dalam damai dan tenang dengan satu sama lain"

Setelah pemilu tahun 2006, pendiri Hamas Mahmoud Al-Zahar tidak menutup kemungkinan menerima "solusi dua-negara sementara", dan menyatakan bahwa ia bermimpi "menggantung peta besar dunia di dinding rumah saya di Gaza yang tidak menunjukkan Israel di atasnya". Xinhua melaporkan bahwa Al-Zahar "tidak menutup kemungkinan memiliki Yahudi, Muslim dan Kristen yang hidup di bawah kedaulatan sebuah negara Islam". Pada akhir 2006, Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, mengatakan bahwa jika negara Palestina terbentuk berdasarkan batas 1967, Hamas bersedia untuk menyatakan gencatan senjata yang bisa bertahan selama 20 tahun, dan menyatakan bahwa Hamas tidak akan pernah mengakui "perampas pemerintah Zionis" dan akan terus "seperti gerakan jihad sampai pembebasan Yerusalem".

Israel telah menolak beberapa tawaran gencatan senjata dengan Hamas karena berpendapat kelompok itu menggunakan upaya genjatan untuk mempersiapkan pertempuran yang lebih besar daripada tujuan perdamaian.Kolumnis Majalah Atlantic Jeffrey Goldberg, bersama dengan analis lain, percaya Hamas mungkin tidak mampu melakukan rekonsiliasi permanen dengan Israel. Mkhaimer Abusada, seorang ilmuwan politik di Universitas Al Azhar, menulis bahwa perundingan Hamas "dari hudna [gencatan senjata sementara], bukan perdamaian atau rekonsiliasi dengan Israel. Mereka percaya dari waktu ke waktu mereka akan cukup kuat untuk membebaskan semua Palestina yang bersejarah."



Tokoh-Tokoh

  1. Mahmoud al-Zahar
  2. Sheikh Ahmed Yassin
  3. Yahya Ayyash
  4. Abdullah Yusuf Azzam
  5. Abdel Aziz al-Rantissi
  6. Khaled Meshal
  7. Ismail Haniya
Hamas
حركة المقاومة الاسلامية
PemimpinKhaled Mashaal,
Ismail Haniya ,Mahmoud Zahar
PendiriSheikh Ahmed Yassin
Didirikan1987
Kantor pusatGaza
IdeologiFundamentalisme Islam,
Sunni Islamisme,
Afiliasi internasionalIkhawanul Muslimin
Bendera partai
Flag of Hamas.svg



Syarat menjadi pejuang Hamas (Izzudin Al-Qossam):

  1. Hafal 30 juz Al-Qur'an
  2. Hafal hadits arba'in
  3. Tidak absen sholat subuh 3 bulan berturut
  4. Tidak absen sholat jama'ah 5 waktu selama 40 hari berturut2
  5. Tidak absen halaqoh pengajian 2 tahun berturut2

Amerika dan Israel bilang pejuang Hamas adalah teroris. Menurutmu yang teroris itu Hamas atau Israel/Amerika?
Read more ...

PT Pindad Kembangkan Senjata SS1 Marinir

Monday, October 20

BANDUNG:(DM) - PT Pindad, terus berinovasi mengembangkan produknya. Saat ini, BUMN tersebut sedang menyiapkan senjata marinized SS1 yang disiapkan untuk marinir.

"Jadi senjata ini untuk medan berat seperti sungai," ujar Dirut PT Pindad, Sudirman Said kepada Republika
Perlu diketahui, proses pelapisan khusus, menjadikan senjata SS1 Marinized tahan terhadap air laut atau tidak mudah berkarat. Bahkan, senjata tetap berfungsi setelah terendam lumpur atau pasir. Sentuhan warna yang elegan, membuat SS1 Marinized tampak lebih gagah.

Menurut Sudirman, untuk senjata tempur PT Pindad sedang menyelesaikan modifikasi (retrofit) tank AMX-13 milik TNI. Populasinya besar, sekitar 40 unit se-Indonesia. Untuk tahap pertama, PT Pindad akan menyerahkan 9 unit ke Dephan. "Kalau ini berhasil, bisa dapat tambahan," katanya.
Sedangkan untuk SS1 Marinized, kata dia, ordernya belum ada. Karena, baru tahap perkembangan. Tapi, produk yang lain, banyak sekali. Misalnya, roket yang sifatnya development.

Dikatakan Sudirman, untuk tank, PT Pindad akan bekerja sama dengan Eropa. Karena, tank itu ada dua komponen. Yakni, komponen kendaraan dan turet (untuk senjatanya). Secara kendaraan, PT Pindad cukup mapan karena memiliki pengalaman dalam memproduksi panser. "Turet, akan kerja sama dengan perusahaan Perancis," katanya.

Kalau kerjasama dengan Perancis, kata dia, mereka akan membangun pabrik di Indonesia. Jadi, nantinya PT Pindad bisa menyuplai ke partner Perancis. Misalnya, negara Arab. "Kami sudah sertifikasi. Jadi secara industri kami memenuhi syarat menjadi pemasok mereka," katanya.

Republika
Read more ...

Cerita dan Fakta Pembuatan Jet Tempur KFX/IFX

Monday, October 20




Indonesia tengah menuju kepada sistem kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Caranya alat pertahanan dan keamanan canggih pun terus dikembangkan dan diproduksi oleh insinyur Indonesia.
Alutsista karya anak bangsa yang sedang dikembangkan, antara lain adalah jet tempur canggih. Program tersebut diberi nama Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) karena untuk pengembangan Indonesia menggandeng Korea Selatan.

Para insinyur Indonesia dan Korsel pun saat ini tengah bekerja keras merancang model, melakukan pengujian hingga bisa melahirkan purwarupa alias prototype jet tempur di negeri ginseng pada tahun 2020.

Pengembangan yang dimulai sejak tahun 2010 tersebut, memiliki fakta dan cerita menarik tentang masa depan pengembangan jet tempur asli karya pribumi seperti program IFX disebut-sebut menempatkan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mulai mengembangkan jet tempur secara mandiri.

Apa fakta-fakta menarik lainnya tentang pengembangan jet tempur generasi 4.5 tersebut? Berikut fakta-faktanya :

Sempat Muncul Rumor Pembatalan

Program pengembangan KFX/IFX sempat diisukan dihentikan. Penghentian ini dikarenakan terjadi pergantian pemerintahan di negeri K-Pop tersebut. Pengembangan pesawat di atas F-16 tersebut akhirnya dilanjutkan kembali pada tahun 2013.

Untuk pembiayaan, sebanyak 80% ditanggung oleh pemerintah Korea Selatan dan 20% oleh pemerintah Indonesia.


Diproduksi 150 Unit Mulai 2022

Prototype jet IFX/KFX akan diluncurkan pada tahun 2020 di Korea Selatan. Selanjutnya 2 tahun berikutnya atau tahun 2022, IFX untuk versi TNI akan diproduksi secara massal di Indonesia. Produksi pesawat dilakukan setelah melalui penyesuaian rancangan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan TNI dan kondisi geografis Indonesia.

"Untuk buat pesawat terbang militer itu normal 8 tahun. Apalagi skala fighter kalau pesawat kecil biasa cuma 4 tahun. Produksinya 2022. Prototype harus terbang pada tahun 2020. Itu sudah terbang. Itu untuk 2 negara,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Budi Santoso kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Saat diproduksi bersama, KFX/IFX akan diproduksi sebanyak 150 unit. Dengan rincian Angkatan Udara Korea Selatan memperoleh 100 unit (KFX) dan Angkatan Udara Indonesia mendapatkan 50 unit (IFX). IFX sendiri akan diproduksi pada fasilitas kedirgantaraan milik PT Dirgatara Indonesia (Persero) di Bandung Jawa Barat.

Ajang Pembuktian Insinyur RI

Insinyur atau tenaga ahli kedirgantaraan Indonesia saat ini tengah merancang program pengembangan jet tempur canggih bernama Indonesia Fighter Xperiment (IFX). Pesawat IFX merupakan jet tempur canggih generasi 4.5 dan memiliki teknologi di atas F16. Untuk pengembangan jet tempur versi lokal tersebut, insinyur Indonesia dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni.

"SDM kita diakui cukup baik dan punya kemampuan bahkan untuk beberapa (insinyur) di atas mereka jadi kalau masalah SDM kita cukup unggul," kata Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Silmy Karim saat berbincang kepada detikFinance.

Kemampuan insinyur Indonesia telah teruji. Program pengembangan pesawat seperti CN 235, N 250, N 2130 menjadi pembuktian para ahli pesawat Indonesia. Bahkan para insinyur RI saat ini bertebaran di perusahaan pesawat dunia seperti Boeing, Airbus hingga Embraer.

"Waktu kita bikin N250 diketawain terus rancang N2130 semua ketawain, termasuk dari luar negeri ketawain kita. Sekarang terbukti, pesawat sejenis banyak dipakai di Indonesia (ATR hingga Boeing 737)," jelasnya.

Tetap Berjalan Meski Pemerintah Berganti

Pada 9 Juli nanti akan ditentukan presiden baru Indonesia untuk periode 2014-2019. Lantas bagaimana nasib program strategis nasional yang bersifat jangka panjang, seperti pengembangan jet tempur canggih bernama Indonesia Fighter Xperiment (IFX)?

Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia (persero) Budiman Saleh menjelaskan pengembangan proyek pesawat tempur KFX/IFX akan terus berlanjut, meski presiden di Indonesia maupun di Korea Selatan telah berganti.

“Itu masuk blue print pemerintah, akan diteruskan oleh siapapun presidennya,” kata Budiman.

Tak Tergantung Jet Tempur Impor

Sebetulnya seberapa penting pengembangan jet tempur asli buatan lokal yang membutuhkan dana triliunan rupiah tersebut?

Kepala Program Pesawat Terbang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Agus Aribowo menilai pengembangan jet IFX saat penting bagi kemandirian alat utama sistem senjata (Alutsista).

"Namanya pengembangan pesawat pesawat tempur itu adalah indikator kemandirian bangsa kalau pesawat sipil kan kita bisa beli ke Amerika seperti di Boeing," kata Agus kepada detikFinance.

Indonesia bisa saja membeli jet tempur canggih dari beberapa negara. Namun karena Indonesia secara politik tidak memihak alias non blok sehingga produsen jet tempur tidak bisa atau enggan memberikan kelengkapan maksimal untuk produk jet tempur yang dijual.

Agus mencontohkan antara jet F-16 milik Indonesia dan Singapura. Kedua negara memiliki pesawat serupa namun pesawat milik Singapura jauh lebih unggul karena Amerika Serikat selaku produsen memberikan produk terbaik. Pasalnya Singapura dan Amerika memiliki keterikatan yang kuat alias sekutu.

"Kalau kita beli pesawat pasti ada yang dikurangi seperti sistem persenjataan dikurangi jadi kita nggak bisa mandiri. Kalau F-16 Indonesia perang dengan F-16 Singapura, kita pasti kalah karena kemampuan taktis kita kalah. Terus sistem persenjataan dipereteli," sebutnya.

Jika mengembangkan jet tempur secara mandiri, Agus menyebut Indonesia bisa melakukan inovasi produk jet tempur sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi. Pasalnya pesawat tempur merupakan tekenologi termutakhir di industri pesawat terbang.

"Kita bisa berinovasi, kita bisa berkreasi sesuai dengan kemampuan dan kemauan," jelasnya.

Pesaing Jet Rafale Milik Prancis dan F-18 Milik USA

Pesawat KFX/IFX masuk generasi 4.5. Seri KFX/IFX sendiri dirancang memiliki kemampuan setara bahkan mengungguli jet tempur tipe F-18 Super Hornet buatan Amerka Serikat, Eurofighter Typhoon buatan Inggris, hingga Dessault Rafale buatan Prancis. Pesawat generasi 4.5 mulai dikembangkan pada dekade 1990an. Pesawat generasi 4.5 ini masih diproduksi hingga kini, meskipun pengembangan jet tempur telah memasuki generasi 5 dan 6.

Pakai Teknologi Anti Radar

Jet tempur Indonesia Fighter Xperiment (IFX) memiliki kecanggihan yang mumpuni. Pesawat yang bakal diproduksi pada tahun 2020 itu, memiliki kemampuan anti radar. Dengan teknologi generasi 4.5, jet IFX bisa mengelabui radar musuh.

"Dia mengembangkan anti radar, sistem radar paling canggih. Dia kelihatan di radar sedikit atau samar-samar di radar, kalau F-16 itu kelihatan di radar," kata Kepala Program Pesawat Terbang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Agus Aribowo kepada detikFinance.

Selain itu, sistem elektronik (avionic) memakai teknologi terkini. Untuk meningkatkan kemampuan, IFX juga memakai kerangka pesawat yang ringan sehingga membuat manuver menjadi gesit.

"Kemudian bisa bermanuver tinggi, perlu structure yang kaut dan ringan. Kemudian sistem avionic terbaru," sebutnya. (Detik)
Read more ...

Sukhoi-37 Terminator Super Flanker (Flanker-F)

Monday, October 20
Berkas:Su37 2.jpg
Hadir lagi sosok mengejutkan dari Sukhoi yang sudah berdatangan ke negeri ini, yakni Su 37 Terminator mengisi arsenal TNI AU untuk jajaran wilayah timur dan selatan. Camo yang mirip dengan Sukhoi tetangga namun berkursi tunggal layaknya Su-27/35, yang mampu lepas landas secara vertikal (VTOL) dan cocok untuk bandara yang memiliki panjang runway pendek. 
Sebagian besar lahir di Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir 70-an dan lebih luas selama dekade berikutnya teknologi dorong vectoring hasil dalam manuver hiper pesawat yang memiliki mereka, berkat penambahan nozel diatur dalam Tips reaktor. Untuk melakukan hal ini produsen pesawat terinspirasi pendaratan sistem lepas landas pejuang dukungan VTOL vertikal seperti Harrier II . Namun, vectoring thrust dalam penerbangan jauh lebih rumit untuk diterapkan daripada transisi dari vertikal ke horisontal penerbangan. Itulah sebabnya ada jauh lebih sedikit jet dengan teknologi ini sebagai VTOL. Yang paling sukses dari pesawat ini tidak diragukan lagi jet tempur Rusia Sukhoi Su-37 .
Pada tahun 80-an Sukhoi memutuskan untuk memulai program yang sangat mahal, terutama karena kasus Uni Soviet tampaknya kosong dengan kecepatan tinggi, untuk mengembangkan untuk kebutuhan pemburu Angkatan Udara Depan kerja berbasis teknologi tinggi di putar nozzle thrust vectoring. Tetapi untuk mengurangi biaya yang meramalkan produsen memusingkan memutuskan untuk mendasarkan pesawatnya on / strong> prototipe T-10S-70, turunan dari perangkat Su-27 Flanker , dan yang terus garis besar.
Namun, kebangkrutan diumumkan, Uni Soviet dan disintegrasi nya, apalagi mengumumkan satu ini, akan serius membatasi Sukhoi untuk meninjau salinannya. Dengan demikian pesawat tempur dorong vectoring hanya menjadi prioritas yang lebih tinggi, terutama karena mesin tampak Lyulka juga dalam kondisi keuangan yang buruk. Pekerjaan dilanjutkan pada tahun 1993 setelah kontrak resmi di Rusia untuk pengembangan dua prototip, tetapi juga karena kepentingan India, pelanggan utama persenjataan Rusia, adalah prinsip ini.
Pesawat tempur baru ini diberikan penunjukan Su-37 di rumah nomenklatur. Secara eksternal, tampaknya ada versi yang sedikit lebih besar dari Flanker, tapi lengkap dengan lebih dari berbagai antena, sehingga mengkhianati evolusi teknologi. Memang itu dilengkapi dengan target radar ultramodern multi-Phazotron N011 bekerja di kedua udara-udara dan udara modus-ke-darat, a-jenis tinggi kepala-up menampilkan HUD generasi baru pasokan bantuan sistem radar penerbangan, ejection seat nol-nol, dan menjatuhkan diri terhadap sistem elektronik ukuran. Tapi rahasia dari Su-37 adalah dua perusahaan mesin turbojet Lyulka AL-37FU unit dorong 514kg 14 masing-masing, dengan nozel steerable dimensi. Semuanya dikendalikan oleh kontrol penerbangan listrik trendi. Persenjataan utamanya terdiri dari udara-ke-udara rudal, udara-darat dan bom dipandu laser diinstal pada dua belas poin payload eksternal; internal memiliki barel GSH-30 30mm.
Prototipe pertama dari Su-37 melakukan penerbangan pertamanya pada awal tahun 1996.
Jika Rusia tampaknya tidak hadir nya Su-37 bahwa sebagai mainan teknologi yang indah, Sukhoi pihaknya mencoba untuk menempatkan produk ini ke pelanggan potensial, termasuk India, yang telah terbukti sangat awal tertarik pada mesin. Jika tidak ada Su-37 dijual ke sub-benua, bagian dari teknologi diambil pada pejuang Su-30MKI qu'acheta Angkatan Udara India pada akhir abad kedua puluh.
Sukhoi Su-37 Terminator 'Super Flanker' - Photo # 2
Sebenarnya mengungkapkan kepada dunia pada tahun 1997 di Salon du Bourget Su-37 dengan cepat menyalakan imajinasi penggemar penerbangan, tetapi juga dan terutama militer. Terutama karena pesawat jauh lebih bermanuver daripada X-31 prototipe yang dikembangkan bersama oleh Amerika Serikat dan Jerman lima belas tahun yang lalu muncul.
Pada tahun 2008, Rusia masih telah mengumumkan niatnya untuk memesan serangkaian dua puluh salinan super tempur Sukhoi. Ini tersedia pada tahun 2013. Namun pandangan dari wilayah Rusia yang luas tetapi juga ukuran dari penerbangan militer di negeri ini, pesawat dua puluh ini tampaknya memiliki peran propaganda maka démonstration.Quoi Entah Sukhoi Su-37 tampaknya menjadi salah satu pesawat paling maju dalam pertarungan Rusia, selain tingkat dari Su-47 atau MiG- 29SMT .
Read more ...

Tahap Awal, Pesawat Rancangan BJ Habibie Akan Diproduksi 500 Unit

Monday, October 20
Jakarta -Pesawat R80 rancangan mantan presiden BJ Habibie di tahap awal direncanakan akan diproduksi sedikitnya 500 unit. Saat ini, pengerjaan pesawat tersebut masih dalam tahap desain yang rencananya akan selesai pada kuartal I-2015.
//images.detik.com/content/2014/10/10/1036/122828_ilhamhabibie6.jpg
Presiden Direktur PT ILTHABI Rekatama, Ilham Akbar Habibie menyebutkan, pesawat yang rencananya akan dibanderol US$ 20-25 juta (Rp 240-300 miliar) per unit ini akan diproduksi sedikitnya 500 unit pada tahap awal.

"Berdasarkan plan akan diproduksi 400-500 unit. Tapi bukan berarti setelah 400-500 itu setop, kan ada business plan," kata Ilham saat acara BCA Indonesia Knowledge Forum 2014 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Ilham menjelaskan, setelah desain selesai, akan dilakukan tahap-tahap selanjutnya dan penentuan mesin menjadi tahapan terakhir.

"Masih dalam tahap desain awal dan pendefinisian. Penentuan engine di tahap-tahap terakhir," tuturnya.

Pesawat R80, tambah Ilham, bisa digunakan untuk melayani daeerah-daerah terpencil. Maskapai yang melayani rute-rute perintis bisa menggunakan pesawat ini.

"Sudah ada 3 perusahaan yang pesan. Nam Air, Kalstar, Trigana Air. Kalstar Kalimantan, Trigana luar Jawa. Biasanya kalau di luar Jawa mereka sangat perlu pesawat seperti ini karena memang lebih kecil. Demografi negara kita kan 60% di kepulauan, itu perlu pesawat yang tidak terlalu besar untuk jarak yang tidak terlalu jauh juga," ungkapnya.
Read more ...

Belut Licin Rahasia "Kalahkan" Amerika Serikat

Monday, October 20
POS KUPANG.COM, WEST POINT---- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan sebuah kisah tentang rahasia militer Indonesia bisa mengalahkan Amerika Serikat dalam sebuah latihan bersama. Kisah itu disampaikan Presiden saat berpidato di hadapan kadet Akademi Militer AS (The United States Military Academy), di West Point, Orange Country, Senin (22/9/2014) siang waktu AS atau Selasa (23/9/2014) dini hari waktu Indonesia.

Belut Licin Rahasia

Bagaimana kisahnya?

"Anda mungkin bertanya-tanya permainan apa yang membuat Indonesia bisa mengecoh kontingen lain, termasuk Amerika Serikat? Permainan tersebut adalah menangkap belut licin dan membawa mereka dari satu titik ke titik lain," kata SBY, disambut tepuk tangan dan tawa para kadet.

Menurut SBY, seperti dikutip dari situs presidenri.go.id, ia diyakinkan oleh petugas intelijen bahwa Indonesia akan mengalahkan AS dalam permainan belut.

"Sekarang Saudara tahu rahasianya dan saya takut mungkin permainan ini dijadikan sebagai bagian dari pelatihan dasar. Jadi lain kali, Saudara bisa mengalahkan kontingen Indonesia. Mungkin," ujar SBY.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga berpesan kepada AS yang merupakan negara adidaya untuk bertanggung jawab besar membantu menciptakan dunia yang damai, adil, dan makmur.

"Dunia memiliki harapan yang tinggi pada AS, pada kepemimpinan-kepemimpinan yang konstruktif, bijaksana, dan bermanfaat bagi semua bangsa," kata Presiden.

Ia juga mendoakan agar semua kadet Akademi Militer AS suatu hari kelak menjadi patriot, prajurit, dan pemimpin militer yang sukses dan menjadi pasukan penjaga perdamaian untuk kemajuan negara dan dunia.
Read more ...

Kehebatan Drone Buatan Indonesia

Sunday, October 19
 

Selama ini, kendala yang dihadapi oleh bangsa kita adalah sebagian alutsista yang dimiliki diperoleh dengan membeli dari luar negeri. Sementara itu, akhir-akhir ini kita mulai mengenalkan salah satu alutsista baru, yaitu drone atau Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV). Sebenarnya, sejak beberapa tahun terakhir ini pihak TNI sudah memiliki pesawat nir awak ini. Salah satumya, yang sekarang digunakan oleh Dinas Topografi Angkatan Darat, yaitu UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Skywalker dan Hexacopter. Jenis yang digunakan adalah UAV, bukan UCAV yang ada unsur ‘Combat’ didalamnya.
Biaya pengoperasian diklaim murah, juga menggunakannya tak rumit. Penggunaan drone itu selain berguna untuk pertahanan, juga disebutkan bermanfaat untuk melindungi kekayaan Indonesia. Sebelas tahun lalu, AS yang mendominasi penggunaan pesawat  tanpa awak ini. Namun sekarang bukan lagi monopoli AS, karena makin banyak negara yang berminat mengembangkan atau membelinya, termasuk Indonesia.
Ketika mantan Presiden AS George W Bush mengumumkan “Perang Atas Teror”, CNN menyebutkan Pentagon hanya memiliki kurang dari 50 pesawat tanpa awak. Kini, negara adidaya itu memiliki lebih dari 7.500 pesawat, dan pesawat-pesawat tersebut telah memiliki kemampuan seperti pesawat tempur biasa yang bisa menggempur sasaran menggunakan rudal-rudal, baik untuk serangan darat maupun udara. Berbeda dengan negara lain yang hanya bisa untuk tugas mata-mata.
Sejauh ini, baru AS, Israel dan Inggris yang diketahui telah menggunakan pesawat tanpa awak atas musuh mereka. Belakangan ini banyak negara sudah menggunakan drone, seperti Korea Utara yang dilaporkan telah mengirimkannya ke wilayah Korsel. Bahkan  pesawat tanpa awak juga digunakan Republik Rakyat Cina untuk memantau suatu kepulauan tak berpenghuni di Laut Cina Selatan yang disengketakan oleh Jepang, Cina, dan Taiwan.
Karena biayanya cukup murah dan efektivitas lebih tinggi, yang menyebabkan banyak negara mengembangkan pesawat tanpa awak. Misalnya harga pesawat militer berawak seperti F-35C mencapai US$ 63 juta. Pesawat supersonik itu memang memiliki multi fungsi, seperti pertempuran udara ke udara, dukungan udara jarak dekat dan pengeboman taktis. Di sisi lain, harga drone jauh lebih murah, padahal sebagian peran pesawat berawak itu sudah diambil alih drone.
Pengoperasian “drone” tak menimbulkan risiko kehilangan awaknya meski dioperasikan di medan yang sangat berat, sementara risiko kehilangan pilot cukup besar di pesawat tempur berawak. Di masa depan, penyerangan dan perang udara (dog fight) bukan tidak mungkin akan diperankan oleh pesawat-pesawat tempur tanpa awak ini unmaned combat aerial vechile (UCAV), bukan lagi pesawat tempur konvensional. Seperti jenis ‘Predator’ yang digunakan oleh Amerika Serikat.
Predator adalah UAV yang dirancang dan dibangun oleh General Atomics Corporation di San Diego, California. Pada saat diperkenalkan pada tahun 1995, kemampuan teknologi dan peran Predator masih terbatas pada pengawasan dan misi intelijen untuk Central Intelligence Agency (CIA).
Sejak tahun 2001, misi Predator milik AU AS berkembang menjadi misi menyerang “Buru dan Bunuh”. Predator menjadi wahana tak berawak tempur utama di Irak, Afghanistan dan Pakistan.
Sementara itu, jenis kedua yang dimiliki AS adalah MQ-9 Reaper merupakan konsep UAV tempur yang berevolusi dari varian Predator B. Pada saat Reaper pertama kali diluncurkan oleh General Atomics pada tahun 2001, penampilannya sudah berbeda dengan spesifikasi desain asli Predator, sehingga pada dasarnya Reaper adalah UAV yang sama sekali berbeda. MQ-9 lebih berat dan lebih ampuh dibandingkan Predator. Meskipun demikian masih tetap bisa dikendalikan dengan sistem pengendali lama untuk Predator.
Kedua jenis ini UAV memiliki ketinggian operasional normal 25.000 kaki, tapi Reaper mampu mencapai ketinggian operasional maksimum 50.000 kaki. Predator dilengkapi dua rak senjata dan dapat membawa kombinasi dua rudal Hellfire, empat rudal Stinger kecil dan enam rudal udara-ke-udara Griffin. Sedangkan Reaper memiliki tujuh rak senjata dan dapat membawa kombinasi senjata hingga 14 rudal Hellfire, dua bom panduan laser Paveway 500 pon dan dua bom JDAM 500 pon.
Sebagai mesin perang di udara, pesawat “drone” sudah terbukti keampuhannya. Pesawat “Predator” milik AS yang berpangkalan di Afghanistan, menjadi mesin perang andalan negara itu di Afghanistan dan Yaman. Harga Predator jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pesawat pengebom B-2 Stealth yang harganya berkisar US$ 737 juta hingga US$ 2,2 miliar per unit.
Semakin maraknya konflik bersenjata dan sengketa perbatasan antarnegara, terutama di perbatasan yang kaya akan sumber daya alam, akan mendorong banyak negara untuk mengembangkan pesawat tanpa awak untuk keperluan pengintaian maupun misi militer lainnya. Indonesia sendiri memiliki masalah perbatasan dengan negara tetangganya, sementara kekayaan maritimnya banyak dicuri nelayan asing.

CNN menyebutkan lebih dari 70 negara kini memiliki pesawat tanpa awak, meski hanya sebagian kecil dari negara itu yang memiliki pesawat puna yang dipersenjatai. Lonjakan kemajuan teknologi pesawat tanpa awak, akan mengubah cara pandang suatu negara menghadapi perang dan ancaman, yang tentunya memacu perlombaan senjata. AS serta Israel sejauh ini merupakan eksportir utama teknologi dan pesawat drone ke banyak negara.
Melihat konflik perbatasan yang makin rawan di masa depan, terutama yang berkaitan dengan sumber daya alam yang semakin terbatas, merupakan langkah tepat yang diambil Indonesia untuk mengembangkan pesawat puna (tanpa awak) sendiri.
Indonesia Mampu
Indonesia sudah melakukan kajian dan rekayasa teknologi untuk mengembangkan drone. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pernah menguji terbang prototipe pesawat tanpa awak terbaru di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Meski dinilai  sukses, namun performa pesawat itu masih jauh dari memuaskan, seperti suara mesinnya yang masih terlalu bising. Dengan kata lain, pesawat nirwana semestinya tidak berisik atau tidak mengeluarkan suara besar. Pesawat puna buatan Indonesia, diberi nama Luwung yang mempunyai bentang sayap 6,36 meter, dan terbuat dari bahan komposit.
Pesawat ini mampu terbang empat jam pada ketinggian 8.000 kaki, dapat lepas landas pada jarak 300 meter, serta memiliki kecepatan operasional 52-69 knot. Sistem pengintaian yang dipunyai adalah peralatan “target lock camera system” untuk misi pengintaian, serta mampu terbang hingga 73,4 km.
Hanya saja, penelitian dan pengembangan pesawat tanpa awak Indonesia memang masih harus terus ditingkatkan, seperti bagaimana mengembangkan jarak tempuh operasionalnya, menambah daya angkutnya serta bagaimana meminimalkan tingkat kebisingannya. Indonesia baru memasuki fase pengembangan teknologi, setelah itu baru masuk ke tahapan “engineering manufacturing”, kemudian yang terakhir adalah tahap produksi.
Mulai tahun 2011, BPPT dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sudah bekerja sama mengembangkan drone untuk misi pemantauan dari udara. BPPT telah mengembangkan pesawat udara nir awak sejak tahun 2004, dan telah menghasilkan berbagai prototipe puna, seperti Gagak, Pelatuk, Seriti, Alap-alap dan terakhir “Wulung” atau burung elang. Kesemuanya untuk mendukung patroli di perbatasan Indonesia. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Sisriadi mengatakan, saat ini Kemenhan bahkan sudah memiliki program pengadaan pesawat tanpa awak.
Sisriadi menambahkan, saat ini Kemenhan sudah memiliki empat unit pesawat tanpa awak yang disebut Wulung. Program pembuatan pesawat itu, kata dia, merupakan kerja sama konsorsium antara Kemenhan, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), dan PT Dirgantara Indonesia.
Selain itu, Sisriadi menjelaskan, pihaknya juga mendatangkan dua pesawat tanpa awak dari Filipina. Rencananya pesawat tanpa awak dari dalam dan luar negeri itu akan digabungkan dalam satu skuadron atau 16 unit dengan komposisi 50:50.







Sumber : KOPASSUS
Read more ...

JASGU Korps Marinir: Rantis Amfibi Made in Indonesia

Sunday, October 19


Sejak era 90-an, demam kendaraan taktis (rantis) sekelas jeep mulai melanda beberapa satuan TNI. Tak hanya untuk kebutuhan misi tempur, melainkan juga untuk tugas serba guna. Terlebih lagi setelah beberapa rantis berhasil diproduksi di Dalam Negeri. Sebut saja seperti varian Komodo dari Pindad untuk beberapa satuan TNI AD, P3 Cheetah Kopaska TNI AL, dan DMV-30 T/A yang dipakai Detasemen Bravo Paskhas TNI AU. Tapi jauh sebelum nama-nama rantis tadi lahir, justru sudah hadir duluan sosok rantis yang diberi label JASGU (Jeep Amfibi Serba Guna).

JASGU terbilang rantis yang banyak dibicarakan orang, pasalnya rancang bangun dan produksi ya memang hanya melibatkan SDM lokal. Menilik dari sejarahnya, JASGU adalah buah karya dari Citro Subono, perwira Marinir yang saat itu (tahun 2003 – 2004) berpangkat Kapten dan menempati posisi sebagai Komandan Kompi C Batalion Angkut Bermotor 1, Surabaya. Kiprah Citro bersinar setelah berhasil menjurai Lomba Karya Cipta Teknologi dalam rangka HUT TNI tahun 2003. Tidak tanggung-tanggung, Citro berhasil menelurkan tiga jenis prototipe JASGU. JASGU versi pertama dengan bobot mini, yakni 250 kg dipersiapkan untuk misi intai serbu. Demikian juga dengan JASGU versi kedua, hanya dimensi dan bobot lebih besar.

Hasil karya selanjutnya, JASGU versi ketiga adalah yang paling bersinar dan terbilang sukses, karena kerap dipamerkan dalam beragam parade yang melibatkan korps baret ungu ini. Bagi Anda warga Jakarta, rantis JASGU versi ketiga sudah sempat ditampilkan dalam event Pekan Raya Jakarta tahun 2005 silam. JASGU memang bukan rantis anyar, tapi hasil karya anak bangsa ini patut diacungi jempol, apalagi rantis ini tidak mainstream seperti halnya rantis satuan-satuan TNI lainnya. Dan berikut profil singkat beberapa varian JASGU.

JASGU versi Satu
Rantis ini menggabungkan konsep jip dengan speed boat. Secara teknis, JASGU versi pertama ini menggunakan mesin Mitsubishi 4A30 turbo intercooler 1.300 cc DOHC 20 valve. Wahana hybrid dengan bobot 250 kg ini mampu mengangkut empat pasukan dengan kecepatan di darat 80 km per jam dan kecepatan di air 25 km per jam.

Namanya juga versi prototipe pertama, JASGU 1 suspensinya dinilai terlalu ringan, body nya pun terlihat ringkih untuk kebutuhan taktis. Menghadapi medan berat, bagian perut kerap menggesek tanah karena ground clearance terlalu pendek, alias ceper. Suspensi per spiral juga dianggap tidak ideal untuk operasi.

JASGU 1





JASGU Versi Dua
Belajar dari kelemahan di versi pertama, Citro kemudian membangun kembali JASGU 2 dengan bagian bawah dibuat seperti perahu. Lahirlah JASGU 2 dengan penggerak mesin Mitsubishi Evo 1.800 cc, ditambah mesin Mitsubisdi L-300 2.500 cc. Jika di darat, JASGU 2 menggunakan mesin Mitsubishi Evo. Sementara bila terjun ke air, mesin diesel Mitsubishi L-300 yang bekerja. Kecepatannya menyamai kecepatan tank amfibi, yang rata-rata 10 kilometer per jam atau sekitar 7 knot.

Tapi daya apung JASGU 2 masih dinilai payah. Ruang mesin yang penuh membuat tabung apung menjadi minimal, sehingga hanya mampu mengangkut empat serdadu tanpa ransel. Meski belum sempurna, JASGU 2 kerap mengikuti parade TNI Angkatan Laut. Tampilan yang mirip mobil, tidak beda dengan kendaraan pada umumnya.

JASGU 2 dilengkapi senjata FN MAG GPMG kaliber 7,62 mm



JASGU Versi Tiga

Setelah JASGU 2 malang melintang, mulai ada perhatian dari kesatuan tempat Citro berdinas. Citro pun dipercaya membuat JASGU 3, dengan ukuran lebih gede. Dia mendapat bantuan Rp200 juta. Desain JASGU 3 mengambil inspirasi dari kendaraan amfibi yang sudah ada, yakni DUKW alias DUCK, truk amfibi berpenggerak enam roda yang dikembangkan AD AS pada era Perang Dunia II. DUKW digunakan secara luas dalam pendaratan di Pasifik, Afrika Utara, dan Normandia. JASGU 3 dikerjakan enam orang sipil dan dua Marinir anak buah Citro, dalam tiga bulan JASGU 3 pun kelar. Rantis ini jauh lebih andal dan kokoh. Berat total 3.700 kg. Panjang 648 cm, lebar 200 cm, tinggi 243 cm, dengan jarak dari tanah 46 cm. Jarak antar sumbu roda mencapai 365 cm.

JASGU 3 juga mengadopsi mesin diesel Mitsubishi PC Canter 4.300 cc. Kini, di darat, JASGU 3 sanggup berlari 105 kilometer per jam. Bentuk dasarnya yang mirip kapal kerap membuat orang heran. Di air, JASGU 3 bisa melaju 25 kilometer per jam atau setara 15 knot. Untuk keselamatan, JASGU 3 juga dilengkapi dua pompa air, yang berfungsi mengeluarkan air yang masuk secara otomatis.

DUKW, sebagai inspirasi lahirnya JASGU 3


Dari sisi kinerja, JASGU 3 membutuhkan 10 liter Solar untuk sejam perjalanan dengan kecepatan standar, 20 kilometer per jam. Di darat, dengan satu liter solar dapat menempuh jarak 8 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam.

“Saya berharap, JASGU bisa menjadi kendaraan serba guna. Enak untuk tempur dan dikendarai,” kata Citro. Karena punya tongkrongan yang besar, maka tak sulit bagi JASGU 3 untuk dipasangi dudukan berbagai senjata, seperti SMB (senapan mesin berat) M2HB kaliber 12,7 mm, pelontar granat otomatis AGL40, hingga senapan runduk (untuk sniper) dengan kaliber besar.

JASGU 3 dalam parade HUT TNI, tampa ditumpangi senjata andalan Sniper NTW20.

Guna meladeni medan off road, JASGU 3 dibekali winch.



Dia mengaku mendapat ide mencipta JASGU ketika bertugas di Batalyon Angkutan Bermotor I Marinir, Karang Pilang, Surabaya, sejak 1997. Ia terusik ketika melihat perahu bot ditarik jip menuju pantai. “Kenapa tidak digabungkan saja,” tuturnya. . Kabarnya saat itu tengah direncanakan untuk mengembangkan prototipe keempat dengan versi komando/komunikasi. (Dikutip dari berbagai sumber)

Spesifikasi JASGU 3
Panjang : 648 cm
Lebar : 200 cm
Jarak sumbu roda : 243 cm
Ground clearance : 46 cm
Berat : 3,7 ton
Kru : 2
Penumpang : 6 personel
Daya angkut : 750 kg
Kecepatan di darat : 105 km per jam
Kecepatan di air : 25 km per jam
Mesin : Mitsubishi PS Canter 4.300 cc
Read more ...

Ini Dia Misil Canggih Terbaru TNI AU

Sunday, October 19
JAKARTA - Puncak peringatan HUT ke-69 TNI di Surabaya, Jatim, akan menjadi ajang memamerkan alutsista terbaru milik TNI. Misal, TNI Angkatan Udara akan memamerkan misil terbaru.Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto, misil terbaru yang bakal diperlihatkan ke publik di Surabaya adalah senjata pertahanan udara yang dimiliki Korpaskhasau, yakni Skyshield Gun Missile 35mm MK-2. Ini merupakan sistem pertahanan udara titik (Short  Range Air Defence/SHORAD) yang dikembangkan oleh perusahaan Swiss Oerlikon Contraves, salah satu perusahaan persenjataan Rheinmetall Jerman. 

Ini Misil Canggih Terbaru TNI AU
Skyshield Gun Missile 35 mm MK-2 miliki Korpaskhasau ditampilkan pada geladi awal peringatan HUT ke-69 TNI di Dermaga Madura Mako Armatim


Sistem senjata Skyshield Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35mm (1,38 inchi), satu sistem sensor pengendali/radar, dan pos komando secara terpisah.

"Juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem, sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area," paparnya, Minggu (28/9/2014).

Skyshield Gun Misille memiliki amunisi AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 pecahan dan membentuk semacam perisai (Metal  Spin-stabilised Projectiles) saat mendekat target.

"Sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya 10 persen," tandas Hadi.
Read more ...

Ternyata Begini Wujud Tank 'Misterius' Buatan Indonesia?

Sunday, October 19

Pemerintah menyiapkan 7 program kemandirian industri pertahanan (inhan) yakni Pengembangan Pesawat tempur (KFX/IFX), Roket dan Rudal Nasional, Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR), Kapal Selam, Pembangunan Industri Propelan, Radar Nasional dan Tank Nasional.

Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Inhan, untuk Lead Integrator dipercayakan kepada perusahaan pelat merah yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Strategis. Salah perusahaan tersebut adalah PT Pindad, yang dipercayakan menangani program Tank Nasional.
Direktur Operasi Produk Hankam PT Pindad, Tri Hardjono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan konsep pembuatan kendaraan tempur lapis baja menggunakan roda rantai ini.

Konsep awal akan dilakukan untuk membangun tank ukuran sedang bersama sejumlah mitra luar negeri, salah satunya Perusahaan Kontraktor Militer FNSS asal Turki. Sesuai dengan kondisi geografis, bobot tank dipilih tidak boleh lebih dari 30 ton.

“Tank medium itu kita diminta untuk mengkoordinir seluruh aktivitas, desain engineering maupun hungan sourching itu yang kita lakukan dengan FNSS. Rencananya itu adalah penelitian bersama dan produk sharing bersama. Harapannya Pindad punya pakar, baik di dalam negeri maupun kawasan sekitar,” ucap Tri di kantornya, Bandung, Jawa Barat.
Untuk Turret system, PT Pindad sudah menyiapkan 3 pilihan yaitu Cockerill Maintenance & Ingenierie (CMI) Belgia, Oto Melara asal Italia dan Denel Land System asal Afrika Selatan. Sedangkan untuk mesin pemilihan dari Negara di Eropa salah satunya dari industry pertahanan Perancis.

“Ini juga ada beberapa alternatif, karena kita sudah putuskan medium tank ini menggunakan 105mm, kita punya tiga alternatif yang bisa menyuplai 105 mm. Ada CMI, Oto Melara, atau Denel. Itu juga kita ajukan kepada pihak kementerian kepada KKIP, kepada user, terkait kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kanon turret ini,” papar Tri.

“Teman-teman sudah memiliki beberapa alternatif. Itu ada 3 pilihan untuk engine. Sesuai dengan pengalaman, kita lebih mudah menggunakan produk Eropa. Di sana mereka telah memiliki berbagai varian, di mana engine itu juga digunakan untuk komersil,” imbuh dia.

Selain bobot yang menjadi syarat utama, sejumlah pra-syarat juga harus dipenuhi desainer PT Pindad dan FNSS seperti Silhouette (bayangan). Hal ini dilakukan agar tank mudah bersembunyi saat berada di medan perang.

“Konsep produknya dari Pindad, kita sudah memberikan desain-desain bahwa tinggi tidak boleh lebih dari 2,5 meter di atas kanon kayak gitu-gitu dari Pindad. Kemudian, performance seperti apa itu juga dari Indonesia. Itu yang kita mengembangkan kerjasama dengan mereka, bahwasanya penentuan sumber sourching contohnya Power Pack Engine. Itukan sangat menentukan pada saat nanti kemudian maintenance dan sebagainya. Itu juga kita memberikan masukan,” terangnya.

Tank medium buatan Pindad ini akan selesai pada Tahun 2016. Pindad berharap tank medium dapat membantu kebutuhan alat utama sistem alat utama sistem senjata (alutsista) TNI yang telah berumur uzur.

“Bapak KSAD juga sudah mengharapkan Pindad segera mengeluarkan roda rantai, karena penggunaan dan kebutuhan berbeda. Medium tank, karena ini pendanaan dari Negara ya dari Kementrian harapannya dalam 3 tahun APBN itu bisa diselesaikan,” tandas Tri.

Pindad Siap Luncurkan Light Tank dan Medium Tank

PT Pindad (Persero) akan meluncurkan kendaraan tempur roda rantai atau tank. Tank yang rencananya akan dirilis merupakan tank tempur tipe ringan atau light dan medium versi Indonesia.

Tank medium Pindad ilustrasi
Tank medium Pindad ilustrasi (gbr : http://carnews-online.blogspot.com)

Hal disampaikan Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat.

“Kalau light tank kita sudah punya prototype awal. Kalau medium kita masih tahapan konsep desain atau mematangkan desainnya seperti apa sih,” tutur Hery.

Untuk konsep tank versi light, Pindad mengadopsi tenologi dan desain tank jenis Scorpion buatan Inggris. Nantinya, tank ini, akan dikendalikan oleh tiga orang yakni bertindak sebagai commander, gunner dan driver.


“Kalau light tank itu skala scorpion, kalau medium itu skala dengan murder. Ke sana kita akan kembangkan. Kalau kelas heavy seperti leopard sepertinya kita belum. Itu terlalu berat. Kita lebih cocok di medium tapi persenjentaan kita bisa pakai misil anti tank atau pakai 105 kaliber besar,” tambahnya.




Meskipun akan mengembangkan 2 tipe tank yakni tipe light dan medium. Kemampuan senjata, tetap bisa ditingkatkan atau mengadopsi kemampuan heavy tank seperti Leopard.

“Teknologi sudah berkembang, tank medium pun mampu membawa senjata dengan kaliber besar,” sebutnya.

Untuk komponen, Hery mengakui, pihaknya di Pindad tetap memprioritaskan komponen lokal. Namun, saat komponen tersebut tidak dijual atau dikembangkan di dalam negeri, pihaknya baru membeli dari luar negeri.


Pindad Siap Luncurkan Light Tank dan Medium Tank
 

“Tapi secara realistis, kita masih terbatas untuk power pack, engine, transmisi, dan cooling. Kita belum ada yang supply. Kalau senjata kaliber besar, kita masih impor karena di dalam negeri belum ada. Tapi kita usahakan, setiap kegiatan development setiap. Kalau terpaksa dengan luar negeri, kita harus ada TOT (transfer of technology), apa yang bisa kita ambil dari sana. Minimal kita tahu, konsep desain dan kalkulisinya seperti apa,” tegasnya.

Sumber : Detik dan Liputan 6
Read more ...